Hakperlindungan dari kekerasan fisik dan kekerasan psikologis. Tujuan dari Paud holistik integratif tercantum dalam Peraturan Presiden (PERPRES) No 60 Tahun 2013 yang berbunyi. 1. Terselenggaranya layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. 2. CaraPembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum PAUD 2013; Cara-Cara Membuat Angket Penelitian; Care Of Counselling Community ( C0C ) Prinsip-prinsip dalam Manajemen Pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi : planning, organizing, staffing, leading & controlling. Salah satu alasan pemakaian pendekatan ini adalah dalam layanan konseling Hampson Patton, dan Shanks, menyebutkan 10 prinsip utama pembelajaran abad ke 21. 1. Pembelajaran tidak secara kaku dibatasi oleh waktu yang dirancang dalam RPP. Apabila ternyata waktu yang diperlukan peserta didik menguasai kompetensi lebih lama, waktu bisa ditambah dan sebaliknya. 2. 8Prinsip – prinsip komunikasi yang Baik dan Efektif – Elemen dan Tingkatannya. Komunikasi adalah hal yang setiap hari kita lakukan, yang mungkin kita tidak sadar melakukannya karena saking sering dan naturalnya proses komunikasi. Karena sering melakukan komunikasi, mungkin kita mengira bahwa kita mengetahui dengan jelas apa saja tentang Vay Nhanh Fast Money. – Prinsip Pembelajaran Anak Usia Dini kesempatan ini admin Bertema akan berbagi informasi Prinsip Pembelajaran Anak Usia Dini Pembelajaran Anak Usia Dini PAUD wajib diketahu oleh para orang tua maupun para guru khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini usia dini belajar secara bertahap dengan cara berpikir yang khas, Anak belajar dengan berbagai cara melalui proses interaksi dengan prinsipnya anak belajar melalui bermain, untuk itu perlu menyediakan kegiatan bermain yang sesuai dengan perkembangan anak sehingga anak bisa menjadi pembelajar aktif, dan memungkinkan anak menjadi semakin bermain yang didukung oleh lingkungan yang kondusif, sesungguhnya memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengembangkan nilai-nilai saat bermain, anak belajar berbagi, peduli, kerjasama, bertanggung jawab, dan nilai-nilai karakter untuk anak usia dini akan terbangun pada saat anak melakukan praktek langsung dan melihat model/teladan dari orang itu sangat diperlukan lingkungan yang kondusif yang akan mendukung pembentukan karakter media dan sumber belajar yang mudah ditemukan di lingkungan, serta dukungan dari fasilitator dalam hal ini guru, akan membuat anak dapat belajar secara yang dapat diberikan guru berupa a. memberi kesempatan untuk mencoba/mengeksplorasi dan menggunakan berbagai obyek/ bahan dengan cara yang memberi dukungan dengan pertanyaan dan atau bimbingan yang menghargai setiap usaha dan hasil karya anakd. tidak membandingkan anak dengan anak yang lainPendekatan pembelajaran yang menyenangkan merupakan proses pembelajaran yang dirancang agar anak secara aktif dapatmengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan, baik terkait diri sendiri, lingkungan, atau kejadian di sekitar pendekatan pembelajaran yang baik akan menumbuhkan kemampuan berpikir anak. Salah satu pendekatan pem belajaran tersebut adalah pendekatan Belajar Anak Usia Dini1. Anak belajar secara bertahap Anak merupakan pembelajar memulai belajarnya sejak lahir dan terus berkembang secara bertahap, sesuai pengalaman yang mereka belajar dengan caraa. Bertahap, sesuai dengan tingkat kematangan perkembangan berpikirnya b. Mulai segala sesuatu dari hal-hal yang bersifat konkrit ke abstrak c. Menggunakan seluruh inderanya, yaitu dengan melihat, mendengar, menghidu, me rasa, dan karena itu, anak dapat mengamati, menghidu ber ba gai aroma,mendengarkan berbagai macam bunyi, merasakan. mencicipi, mendorong, menarik, bahkan menggerak-gerakkan benda dengan berbagai cara yang disukainya, Cara berpikir anak bersifat khas Cara anak berpikir berakar dari pengalamannya pengalaman anak didapat daria. Pengalaman sensori yaitu saat anak menggunakan inderanya penglihatan, pendengaran, penghirup, perasa/pengecap, peraba.b. Pengalaman berbahasa yang didapatkan anak saat mereka berkomunikasi dengan te man, orang tua, guru atau orang lain. c. Pengalaman budaya yang di dapatkan anak melalui kebiasaan di rumah, nilai yang diterapkan dalam keluarga termasuk yang berlaku di lingkungannya. d. Pengalaman sosial yang diperoleh dari teman sepermainan, perilaku orang dewasa, dan lain-lain. e. Pengalaman yang bersumber dari buku, media massa, seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, dan Juga Metode Media dan Sumber Belajar dalam pelaksanaan pembelajaran coding di Satuan PAUD3. Anak belajar dengan berbagai caraAnak senang mengamati dan menggunakan mainannya dengan berbagai mobil-mobilan dapat digerakkan maju mundur, dimainkan rodanya, dibongkar, dll. Namun, orang dewasa sering menginginkan anak bermain seperti yang dipikirkan anak perlu diberi kesempatan untuk memainkan alat permainan dengan berbagai cara, sehingga menemukan pengetahuan atau pengalaman dewasa berperan memperkuat atau memberikan makna terhadap pengetahuan atau pengalaman yang didapatkan oleh Anak belajar saat bersosialisasiAnak memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan melalui interaksi dengan berbahasa, kemampuan sosial-emosional, dan kemampuan lainnya berkembang pesat bila anak diberi kesempatan bersosialisasi dengan teman, benda/alat main, dan orang-orang yang ada di Pembelajaran PAUD1. Belajar melalui BermainAnak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak. Aktivitas Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan Piaget, 1951. Bermain juga merupakan suatu aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fi sik maupun mental, intelektual, sosial, moral dan saat bermain, anak melatih otot besar dan kecil, keterampilan berbahasa, menambah pengetahuan, belajar mengatasi masalah, mengelola emosi, bersosialisasi, mengenal matematika, sains, dan banyak hal bagi anak juga sebagai kegiatan rekreasi, pelepasan energi dan saat bermain anak merasa nyaman dan gembira. Dalam keadaan tersebut semua saraf otak dalam keadaan rileks sehingga memudahkan dalam menyerap berbagai informasi dan pengetahuan serta dapat membangun pengalaman pembelajaran melalui bermain mempersiapkan anak menjadi senang Berorientasi pada Perkembangan AnakGuru harus mampu mengembangkan semua aspek perkem bangan sesuai dengan usia anak. Perkembangan anak ter gantung pada kematangan anak. Kematangan anak di pengaruhi oleh status gizi, kesehatan, pengasuhan, pendidikan, dan faktor anak bersifat anak dengan usia yang sama, dapat mengalami perkembangan yang berbeda, terutama dalam irama dan kecepatannya. Oleh karena itu, guru perlu memahami tahapan perkembangan anak, sehingga dapat memberikan kegiatan dan dukungan yang sesuai, walaupun kegiatannya dilakukan di dalam kelompok. 3. Berorientasi pada Kebutuhan Anak secara MenyeluruhGuru harus mampu memberi rangsangan pendidikan atau stimulasi sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk anak yang mempunyai kebutuhan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, diperlukan a. Kesehatan dan gizi yang memadai b. Pengasuhan yang tepat c. Pendidikan d. Pemenuhan serta perlindungan terhadap hak-hak anak hak atas kelangsungan hidup, partisipasi, tumbuh dan berkembang, perlindunganProgram layanan PAUD harus memenuhi kebutuhan tersebut. Penyelenggara PAUD harus bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait, seperti layanan kesehatan, gizi, kesejahteraan sosial, hukum, dan orang tua. Dengan kata lain layanan PAUD Holistik Integratif menjadi keharusan termasuk untuk anak berkebutuhan khusus. Layanan PAUD holistik integratif merupakan upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis dan terintegrasi. Layanan tersebut mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan, dengan melibatkan pihak terkait baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan orang Berpusat pada AnakAnak diberi kesempatan untuk mencari, menemukan, menentukan pilihan, mengemukakan pendapat, dan aktif melakukan serta mengalami sendiri. Dengan demikian, anak adalah sebagai pusat pembelajaran, yang artinyaa. Kegiatan pembelajaran direncanakan dan dilaksanakan untuk mengem bangkan seluruh potensi anak, baik fisik maupun psikis b. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan sesuai dengan usia dan tahap perkembangan c. Pembelajaran PAUD berorientasi pada anak, bukan pemenuhan keinginan lembaga/ guru/ orang Pembelajaran AktifGuru perlu menciptakan banyak kegiatan menarik yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu, memotivasi berpikir kritis dan kreatif pada anak. Anak didorong untuk menjadi pembelajar aktif, yaitu melakukan aktivitas belajar atas dasar ide anak, bukan hanya mengikuti instruksi atau arahan guru. Ketika menjadi pembelajar aktif, seluruh panca indera, anggota tubuh dan proses berpikir anak juga aktif. Pembelajaran yang aktif akan lebih banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan dan terlibat langsung dalam kegiatan yang telah direncanakan oleh guru. Anak lebih banyak diberi kesempatan untuk mengamati, berdiskusi, mencoba, dan melakukan eksplorasi, sehingga mendapatkan lebih banyak informasi bermakna untuk membangun pengetahuan, sikap dan keterampilan. Pembelajaran aktif dapat terlaksana ketika anak lebih banyakdiberi kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia dan benda-benda nyata. 6. Berorientasi pada Pengembangan KarakterPem berian rangsangan pendidikan dan pembe lajaran diarahkan untuk me ngembangkan nilai-nilai karakter. Pengembangan nilai-nilai karakter dilakukan secara terpadu baik melalui pembiasaan dan ke te ladanan yang bersifat spontan mau pun ter karakter yang termuat dalam kompetensi dasar sikap meliputia. Menerima ajaran agama yang dianutnya b. Menghargai diri sendiri, orang lain dan lingkungan c. Memiliki perilaku hidup sehat d. Rasa ingin tahu e. Kreatif f. Estetis g. Percaya diri h. Disiplin i. Sabar j. Mandiri k. Peduli l. Toleran m. Menyesuaikan diri n. Bertanggung jawab o. Jujur p. Rendah hati, dan santun dalam berinteraksi7. Berorientasi pada Pengembangan Kecakapan HidupPemberian rangsangan pendidikan dan pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup hidup yang dimaksud adalah kemampuan untuk menolong diri sendiri, sehingga anak tidak tergantung secara fisik maupun pikiran kepada orang kecakapan hidup di lakukan secara terpadu baik melalui pembiasaan, keteladanan, maupun kegiatan bermain yang Lingkungan KondusifLingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik, menyenang kan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur agar anak da pat berinteraksi dengan guru, pengasuh, dan anak lain. Lingkungan yang kon dusif mampu mendorong munculnya proses pemikiran ilmiah. Dan Lingkungan yang kondusif atau yang mendukung mencakup suasana yang baik, waktu yang cukup, dan penataan yang tepat. Suasana lingkungan yang mendukung anak belajara. Memberikan perlindungan dan kenyamanan saat anak bermain dengan bahan dan alat sesuai dengan ide dan karakteristik anak. b. Memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan eksplorasi dan eksperimen atau melakukan percobaan sederhana c. Memberi kesempatan anak untuk memberikan penjelasan tentang cara kerja dan hasil yang dibuatnya. d. Menyediakan berbagai alat dan bahan yang dapat mendukung cara anak bermain. e. Memberi dukungan da lam bentuk pertanyaan yang mendorong anak mengembangkan ide, bukan memberi arahan untuk dilakukan Berorientasi pada Pembelajaran DemokratisPembelajaran yang demokratis sangat diperlukan untuk me ngembangkan rasa saling meng hargai antara anak dengan guru, dan anak yang demokratis memupuk sikap konsisten pada gagasan sendiri, tetapi menghargai orang lain dan mentaati Menggunakan Berbagai Media dan Sumber BelajarPenggunaan media dan sumber yang ada di lingkungan ini bertujuan agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna, lebih dekat dengan kehidupan anak. Sumber belajar yang dimaksud adalah orang-orang dengan profesi tertentu yang sesuai dengan tema, misalnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam informasi Prinsip Pembelajaran Anak Usia Dini PAUD, Semoga Bermanfaat bagi orang tua dan pendidik pada Pendidiakn Anak Usia Dini PAUD. 1. Belajar Melalui Bermain Prinsip pertama dalam pembelajaran PAUD adalah belajar melalui bermain. Metode pembelajaran yang satu ini menjadi sangat populer di kalangan anak-anak karena dapat meningkatkan keterampilan mereka secara alami. Contohnya, saat bermain lego, anak-anak dapat belajar tentang keterampilan motorik, mengenali bentuk, ukuran, dan warna. 2. Belajar Dalam Kelompok Kecil Prinsip kedua adalah belajar dalam kelompok kecil. Anak-anak akan lebih mudah belajar jika dikelompokkan dengan teman-teman sebaya mereka. Dalam kelompok kecil, anak-anak dapat belajar secara interaktif dan berpartisipasi dalam permainan atau aktivitas yang memerlukan kerja sama. Contohnya, saat belajar mewarnai, anak-anak dapat dikelompokkan menjadi 4-5 anak agar dapat saling membantu dalam memilih warna-warna tertentu. 3. Pembelajaran Berbasis Proyek Prinsip ketiga adalah pembelajaran berbasis proyek. Anak-anak akan lebih cepat memahami bahan pelajaran jika mereka diajak untuk membuat proyek atau karya yang berkaitan dengan topik tertentu. Contohnya, saat belajar tentang hewan, anak-anak dapat membuat diorama atau scrapbook tentang hewan yang mereka pelajari. Hal ini dapat membantu anak-anak memperkuat pengetahuan mereka tentang hewan tersebut. 4. Belajar Melalui Musik Prinsip keempat adalah belajar melalui musik. Anak-anak akan lebih mudah mengingat pelajaran yang disampaikan melalui lagu atau musik. Contohnya, saat belajar tentang huruf dan angka, anak-anak dapat diajak untuk menyanyikan lagu yang menyertai gerakan tangan. 5. Pembelajaran Berbasis Pengalaman Prinsip kelima adalah pembelajaran berbasis pengalaman. Anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran jika mereka dihadapkan dengan pengalaman nyata dari topik yang sedang dipelajari. Contohnya, saat belajar tentang taman dan kebun, anak-anak dapat diajak untuk mengunjungi taman atau perkebunan. 6. Menerapkan Pembelajaran Secara Praktis Prinsip keenam adalah menerapkan pembelajaran secara praktis. Anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran jika mereka diberi kesempatan untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang memasak, anak-anak dapat diajak untuk memasak makanan sederhana di kelas. 7. Menerapkan Pembelajaran Di Luar Kelas Prinsip ketujuh adalah menerapkan pembelajaran di luar kelas. Anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran jika mereka dihadapkan dengan pengalaman nyata di luar kelas. Contohnya, saat belajar tentang transportasi, anak-anak dapat diajak untuk mengunjungi stasiun atau terminal bis terdekat. 8. Pengenalan Kemampuan Sosial dan Emosional Prinsip kedelapan adalah pengenalan kemampuan sosial dan emosional. PAUD juga menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar sikap dan perilaku yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Contohnya, anak-anak dapat diajarkan untuk bersikap sopan dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. 9. Memperhatikan Tingkat Keterampilan Anak Prinsip kesembilan adalah memperhatikan tingkat keterampilan anak. Penting bagi guru untuk memahami tingkat keterampilan dan kemampuan anak dalam belajar dan menyesuaikan metode pembelajaran mereka dengan cara yang sesuai. Contohnya, seorang guru akan memilih materi yang tepat untuk anak-anak usia 2-3 tahun agar mudah dipahami oleh mereka. 10. Memberikan Umpan Balik Positif Prinsip kesepuluh adalah memberikan umpan balik positif. Guru harus memberikan umpan balik positif dengan mengapresiasi usaha anak-anak dan memberi penghargaan atas prestasi mereka. Contohnya, seorang guru dapat memberikan pujian dan hadiah kecil kepada anak-anak yang berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Kesimpulan Dari 10 prinsip pembelajaran PAUD yang telah dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran yang diadaptasi untuk balita dan anak usia dini adalah pengalaman belajar yang menyenangkan dan memuaskan. Anak-anak yang belajar melalui bermain cenderung lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar dan kreativitas mereka terus mencuatkan. FAQ 1. Apakah semua anak cocok dengan metode pembelajaran yang berbeda-beda? Ya, setiap anak unik dan memiliki cara pembelajaran yang berbeda-beda. Oleh karenanya, penting bagi guru untuk memahami karakteristik masing-masing anak dan menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai. 2. Apa manfaat dari pembelajaran melalui bermain? Manfaat dari pembelajaran melalui bermain adalah anak-anak dapat belajar secara menyenangkan dan alami tanpa tekanan dan stres yang terlalu kuat. Selain itu, anak-anak juga dapat mengasah keterampilan sosial dan emosional mereka melalui interaksi dengan teman-teman sebaya. 3. Mengapa penting untuk memperhatikan tingkat keterampilan anak dalam belajar? Penting untuk memperhatikan tingkat keterampilan anak dalam belajar karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Memperhatikan tingkat keterampilan anak membantu guru untuk menyesuaikan metode dan bahan pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih baik. 4. Dapatkah penggunaan musik membantu anak-anak untuk belajar lebih cepat? Ya, penggunaan musik dapat membantu anak-anak untuk belajar lebih cepat dan mengingat pelajaran yang telah dipelajari. Lagu atau musik yang disertai gerakan tangan dapat membantu anak-anak untuk lebih fokus dan terlibat dalam pembelajaran. 5. Bagaimana cara memberikan umpan balik positif kepada anak-anak? Cara memberikan umpan balik positif kepada anak-anak adalah dengan memberikan pujian dan penghargaan atas usaha dan prestasi mereka. Oleh karenanya, penting bagi guru untuk membuat suasana kelas yang positif dan mendorong anak-anak untuk terus berusaha dengan memberi umpan balik yang positif. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan anak Usia dini merupakan salah satu bentuk pendidikan yang utama dimasa golden pendidikan PAUD dirasa sangat penting dalam masa pertumbuhan seorang anak dalam tingkat dasar. Sehingga, anak dapat mempersiapkan diri dalam memasuki jenjang pendidikan yang selanjutnya, untuk itu menurut Asmani Jamal ma’ruf 2009 beberapa prinsip dalam melaksanakan pendidikan anak usia dini yaitu haruslah berorientasi pada kebutuhan anak dan semua aspek dan perkembangan anak baik fisik maupun psikis yaitu intelektual, bahasa, motoric, dan sosioemosionalnya anak. Dan tidak hanya berorientasi pada satu siswa saja melainkan diperlukan nondiskriminasi antara siswa dan guru. adanya non diskriminasi sangatlah penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Agar semua anak dpat mengenyam pendidikan tanpa harus membedakan bangsa, bahasa, jenis kelamin, tingkat sosial. Dan anak yang berkebutuhan haruslah didasari dengan bermain sesuai dengan karakter anak dalam usia perkembangan. Mengapa demikian? karena anak dalam usia dini ini sesuai dengan teorinya peace bahwa anak harus belajar secara konkrit, selain itu anak usia dini ini blum bisa mengontrol gerakannya, ia masih suka bermain, sehingga dalam pembelajaran harus dilakukan dengan bermain. Itu dpat dilihat ketika didalam kelas seorang siswa tidak akan mampu duduk selama 1 jam pun mereka jika tidak kuad akan beraktifitas sendiri. Dengan cara berlari atau berjalan didalam kelas. yang kondusif yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermainSeorang anak diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungalingkungan akan membantu seorang anak dalam mengembangkan potensi dirinya secara maksimal. selain itu anak dalam proses belajar dengan mengeksplorasi semua inderanya baik penciuman, persa, peraba, penglihatan dan pendengaran melalui sebuah lingkungan dalam pembelajaran terpadu melalui tema yang menarik dan bersifat yang bagus adalah tema yang dapat menarik perhatian siswa dalam proses belajar didalam kelas, sebuah tema harus disusun dengan semenarik mungkin dan bersifat kontekstual, kecakapan anak dengan cara mengembangkan ketrampilanKetrampilan yang dimiliki oleh anak agar dapat dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar anak mampu bertanggung jawab, mandiri dan memiliki disiplin anak mampu membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman dan pengetahuannya yang dialaminya sejak lahir dan pengetahuan yang telah anak dapatkan selama hidup. berbagai media edukatif dan sumber belajar yakni media yang digunakan haruslah nyata tidak abstrak agar anak lebih memahami dan tidak sekedar membayangkan dapat berfikir dengan sebuah benda konkrit saja. Jika anak diberikan gambar yang abstrak tentu saja akan kebingungan. Sesuai dengan karakteristi anak usia ini akan lebih mengingat pada benda yang sudah mereka lihat, maupun anak usia dini dapat menyerap pengalaman dengan mudah melalui benda-benda yang bersifat konkrit. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang. Yakni Pembelajaran bagi anak usia dini harus berdasarkan konsep yang sederhana dan dekat dengan anak agar mudah dikuasai. Lihat Pendidikan Selengkapnya Sumber Foto 1. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain Bermain merupakan kegiatan yang paling diminati anak. Saat bermain anak melatih otot besar dan kecil, melatih keterampilan berbahasa, menambah pengetahuan, melatih cara mengatasi masalah, mengelola emosi, bersosialisasi, mengenal matematika, sain, dan banyak hal lainnya. Bermain bagi anak juga sebagai pelepasan energi, rekreasi, dan emosi. Dalam keadaan yang nyaman semua syaraf otak dalam keadaan rileks sehingga memudahkan menyerap berbagai pengetahuan dan membangun pengalaman positif. Kegiatan pembelajaran melalui bermain mempersiapkan anak menjadi anak yang senang belajar. 2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Anak sebagai pusat pembelajaran. Seluruh kegiatan pembelajaran di rencanakan dan dilaksanakan untuk mengembangkan potensi anak. Dilakukan dengan memenuhi kebutuhan fisik dan psikis anak. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan sesuai dengan cara berpikir dan perkembangan kognitif anak. Pembelajaran PAUD bukan berorientasi pada keinginan lembaga/guru/orang tua. 3. Stimulasi Terpadu Anak memiliki aspek moral, sosial, emosional, fisik, kognitif, bahasa, dan seni. Kebutuhan anak juga mencakup kesehatan, kenyamanan, pengasuhan, gizi, pendidikan, dan perlindungan. Pendidikan Anak Usia Dini memandang anak sebagai individu utuh, karenanya program layanan PAUD dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Untuk memenuhi stimulasi yang menyeluruh dan terpadu, maka penyelenggaraan PAUD harus bekerjasama dengan layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan orang tua. Dengan kata lain layanan PAUD Holistik Integratif menjadi keharusan yang dipenuhi dalam layanan PAUD. 4. Berorientasi pada Perkembangan Anak Setiap anak memiliki kecepatan dan irama perkembangan yang berbeda, namun demikian pada umumnya memiliki tahapan perkembangan yang sama. Pembelajaran PAUD, pendidik perlu memberikan kegiatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, dan memberi dukungan sesuai dengan perkembangan masing-masing anak. Untuk itulah pentingnya pendidik memahami tahapan perkembangan anak. 5. Lingkungan Kondusif Lingkungan adalah guru ketiga bagi anak. Anak belajar kebersihan, kemandirian, aturan, dan banyak hal dari lingkungan bermain atau ruangan yang tertata dengan baik, bersih, nyaman, terang, aman, dan ramah untuk anak. Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan serta demokratis sehingga anak selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Penataan ruang belajar harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga anak dapat berinteraksi dengan mudah baik dengan pendidik maupun dengan temannya. Lingkungan belajar hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya, yaitu tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar. 6. Menggunakan Pendekatan Tematik Kegiatan pembelajaran dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik. Tema sebagai wadah mengenalkan berbagai konsep untuk mengenal dirinya dan lingkungan sekitarnya. 7. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan PAKEM Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang disiapkan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis, dan menemukan hal-hal baru. Pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara demokratis, mengingat anak merupakan subjek dalam proses pembelajaran. 8. Menggunakan Berbagai Media dan Sumber Belajar Piaget meyakini bahwa anak belajar banyak dari media dan alat yang digunakannnya saat bermain. Karena itu media belajar bukan hanya yang sudah jadi berasal dari pabrikan, tetapi juga segala bahan yang ada di sekitar anak, misalnya daun, tanah, batu-batuan, tanaman, dan sebagainya. Penggunaan berbagai media dan sumber belajar dimaksudkan agar anak dapat bereksplorasi dengan benda-benda di lingkungan sekitarnya. Anak yang terbiasa menggunakan alam dan lingkungan sekitar untuk belajar, akan berkembang lebih peka terhadap kesadaran untuk memelihara lingkungan. Dilihat

10 prinsip pembelajaran paud beserta contohnya